Beli Buku Online

Toko Buku Online

Tuesday, January 29, 2008

Lama waktu tidur sesuai dengan usia.

by: gate
Menurut penelitian para ahli di Amerika, mereka membedakan kebutuhan tidur normal bagi setiap orang berbeda berdasarkan usianya.
Dalam sebuah buku kumpulan artikel ( buku tsb.jadi panduan kita2 waktu itu, yg. lagi nge-group ESL di library..he..he..kalau nggak ada issue yg. bisa diomongin bersama), ada artikel tentang kebutuhan tidur seseorang berdasarkan umurnya. Dijelaskan dalan uraiannya:
  • Balita ( Bayi di bawah 5 thn.) normal tidurnya lebih banyak dr.pd. anak2/dewasa/lansia, yaitu lebih dari 12 jam/hari. Kurang dari itu, tergolong kurang tidur.
  • Anak-anak sebelum masuk masa tennager kebutuhan tidurnya per hari kurang lebih 10 jam. Bisa lebih atau kurang sedikit termasuk normal. Tergantung kegiatannya. Kalau kegiatannya padat (bukan kebanyakan nonton TV aja...) atau aktif mereka bisa tidur lebih beberapa jam dari normalnya. Kalau kurang kegiatan, mereka akan susah berangkat tidurnya , pas waktunya bangun untuk berangkat sekolah masih ngantuk, gitu.. Kalau sudah gitu, pulang sekolah biasanya dia akan tidur/karena ngantuk dengan sendirinya dia akan tertidur. Bila tidak, kita harus membuat suasana tertentu agar si anak dapat tidur, untuk memberikan kesempatan tidur yg.cukup bagi si anak. Jadi sebagai orangtua, kita usahakan membuat anak kita mendapatkan jam tidur yang memadai, agar pertumbuhannya normal. Ingat bahwa pertumbuhan anak bertambah saat mereka tidur.
  • Tennager s/d orang dewasa disamakan waktu tidurnya minimal 9 jam/hari.
  • Lansia ( orang lanjut usia), dalam artikel tsb. disebutkan mereka membutuhkan waktu tidur yang lebih sedikit dari orang dewasa. Yakni tidak lebih dari 8 jam/hari, batasan normalnya. Memang sih 60-70 thn. usia american biasanya masih bisa drive car sendiri, ngurusin kebutuhan sendiri. Tinggal di condo sendiri sambil kerja...masih aktif deh pada usia segitu. Yah paling tidak mereka yg. masih sehat tsb. punya banyak schedule setiap harinya. Ada aja deh... ada yg. masih bisa ngoperator mesin jahit, ngasir di toko, volunter ..dll. Tetanggagu itu tak kirain insomnia ternyata orangnya terampil, ada aja kerjaannya, pantesan di usia 70-an masih sehat aja. Setiap saat ada travel antar jemputan shooping atau check kesehatan, dll, bagi yg. gak bisa nyetir mobil.

Ya, tapi tentu saja batasan tsb. diatas berlaku utk. orang normal/sehat. Kalau lagi sakit ya tentu saja kita semua membutuhkan waktu tidur yg.lebih lama dari batas normalnya.
Setelah membaca artikel tersebut saya jadi nggak sewot lagi atau merasa bersalah kalau suami atau anak-anak tidurnya tengah malam, padahal paginya harus aktifitas.. Jadi bukan insomnia dong.

Dan efek samping kebanyakan tidur atau kekurangan tidur adalah diantaranya: migrain , malas, aktifitas menurun, daya kerja tidak optimal, serta bisa berarti ada gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan atau diperiksakan.

Kurang aktifitas dan kurangnya semangat kerja dapat memicu kita berlebihan tidur. Demikian sebaliknya bila kita terlalu banyak aktifitas atau selagi pekerjaan menumpuk dan harus diselesaikan segera, membuat kita kurang tidur. Stres atau tertekan pikiran juga memicu timbulnya kurang tidur. Asal tidak sering apalagi setiap hari demikian, mungkin bisa kembali netral kemudian. Misalnya setelah tumpukan kerja selesai dalam seharian atau semalam suntuk dan hanya tidur 2-3 jam, so besoknya tidur seharian, bisa aja.

No comments: